Ada
yang bilang, menemukan jodoh itu seperti menemukan dua kutub yang berbeda.
Utara dan selatan. Bertolak belakang. Entah siapa yang mengatakannya.
Bagi saya, Mamak dan Bapak adalah dua orang yang memiliki banyak perbedaan. Seperti dari segi sifat, cara berpikir, kesukaan, maupun makanan yang dimakan. Juga yang lainnya.
Misal dari segi sifat, Bapak itu pribadi yang pendiam. Namun pendiam bukan dalam konteks tidak banyak bicara, melainkan introver. Bukan juga Bapak tidak banyak ceritanya, aku sering sekali mendengar cerita Bapak dari zaman masih kecil, tumbuh, sampai dewasa. Tapi tidak cerita-cerita yang lebih mendalam, berperasaan. Seperti harapan yang benar-benar Bapak harapkan, atau tentang cobaan yang selama ini Bapak rintang, betapa Bapak kesusahan, betapa Bapak pernah lelah dengan ini semua. Tapi Bapak tidak pernah mengisahkannya kepada kami anak-anaknya. Mungkin ada sekali dua. Mungkin aku yang lupa. Maka akan beda sekali dengan Mamak. Mamak adalah tipikal ibu-ibu cerewet yang narsis, sangat malah. Suka sekali bercerita sana-sini, kalau tidak ingin dibilang bergosip. Jika Bapak introver jadilah Mamak kebalikannya, ekstrover. Dengan terbuka Mamak akan mengatakan apa saja yang ingin dikatakan, mengatakan apa yang saja yang dipikirkan, dan mengatakan apa saja yang dirasakan. Bahkan kadang suka berlebihan. Lantas dengan perbedaan itu, Bapak dan Mamak sampai sekarang masih bersama.