Showing posts with label CemalCemil. Show all posts
Showing posts with label CemalCemil. Show all posts

Saturday, 24 September 2016

The Choices

Most people are often faced two choices: to be a loser or be more losers. This is suck, isn’t it? Bagaimana caramu untuk memutuskannya tanpa harus mengurangi rasa kebijaksanaan yang dimiliki? Ah, mungkin saja sebenarnya keadaan ini tidak seburuk pertanyaan-pertanyaan tersebut. Mungkin saja.

Biasanya hal yang kita takutkan dalam memilih adalah jatuh pada pilihan yang salah. Namun, yang terjadi di sini malah kedua pilihan terdengar sudah salah. Keduanya sama-sama memiliki lubang yang akan membuat pemilihnya jatuh dan merasakan sakit. Inilah bagian tersulitnya. Lubang mana yang lebih dalam? Seberapa sakit yang akan kita rasakan nanti? Pada dasarnya, kedua pertanyaan ini hanya kita yang dapat menjawabnya. Seberapa dalam lubang tersebut tergantung seberapa dalam kita membiarkan diri kita terjatuh di sana, seberapa sakit yang akan kita rasakan tergantung seberapa banyak kita membiarkan luka tersebut menyakiti kita (mengutip pelajaran dari tulisan Tere Liye). Jadi, bagaimana selanjutnya?

Kamu adalah apa yang kamu pilih. Selamat memilih!

(Pekanbaru, 24092016)

Wednesday, 22 June 2016

Dialog Kecewa #Radiasi

Kau tahu siapa sebenarnya Kecewa? Di mana rumahnya? Anaknya siapa? Tingkahnya bagaimana? Kau tahu? Karena jika kau mengetahuinya, beri tahu aku. Ceritakan padaku bagaimana Kecewa itu, bagaimana dia... tidak tidak. Kau tidak perlu melakukannya. Lupakan semua pertanyaanku tadi! Kau hanya perlu mengatakan di mana Kecewa sekarang. Beri tahu aku! Biar aku sendiri yang menemuinya, bertanya setiap detail yang ingin kutahu. Aku ingin mendengar dia sendiri yang mengatakan, menjawab semua rasa penasaran yang sudah terlanjur pengap. Jadi, apa kau tahu? Rasa-rasanya aku sudah tidak sabar untuk mendengar setiap penggal penjelasan darinya, untuk mendengar bagaimana dia masih bisa hidup seperti tanpa harus membenci atau dibenci. Bagaimana bisa? Setelah itu, mungkin aku tidak bisa menahan untuk tidak langsung menghajarnya.


Bisa jadi kau bertanya-tanya, mengapa aku sampai seperti ini: memburu Kecewa. Sebut saja ini bagian dari antisipasiku. Sebelum dia yang menyerang, harus aku yang menyerangnya duluan. Ya, tentu saja dia adalah si Kecewa itu. Ada yang datang padaku, seperti kabar burung yang mengatakan bahwa akan ada penyerangan dalam waktu dekat ini. Penyerangan yang tidak diduga-duga, yang pelakunya pun sulit diterka. Sudah mirip dengan penyerangan bom yang terjadi belakangan ini. Namun ada satu nama tercuat setelahnya, sudah didakwa sebagai pelaku utama: Kecewa. Oknum disebut-sebut memiliki keahlian membunuh, membunuh apa saja yang sanggup dia bunuh. Sebut saja Kepercayaan, yang paling kerap dijadikan korban. Mungkin, sekarang pertanyaanmu sudah berubah menjadi: apakah aku takut? Tidak. Tentu saja tidak. Eem, baiklah, sedikit.

Tuesday, 21 June 2016

Dalam Beberapa Hari Belakangan... #Radiasi

Saya tahu, ini terlalu payah untuk dikatakan sebagai postingan kedua untuk tema yang beberapa minggu lalu saya janjikan. Oleh karena itu saya buat postingan ini, untuk semacam pemberitahuan saja.

Dalam beberapa hari belakangan ini saya disibukkan dengan kerjaan mengolah data, sekitar semingguan terakhir. Mengapa lama sekali? Selain karena datanya yang agak susah, terjadi sedikit kesalahan dari pihak costumer yang mengakibatkan saya harus mengolah untuk kedua kalinya. Jadilah saya tidak punya cukup waktu untuk membuat postingan.

Wednesday, 8 June 2016

Sebuah Kepantasan #Radiasi

Saya kembali.
Sebelumnya, selamat berpuasa bagi semua yang menjalankan! Semoga berkah, amin.
Di hari ketiga bulan Ramadhan ini, saya ingin menggoreskan episode perdana dari #CemalCemal. Akhirnyah! Camilan yang berasal dari hasil pengamatan dan pemikiran sok tahu kali ini bertajuk ‘Sebuah Kepantasan’ dengan hastag #Radiasi. But, wait wait! What is #Radiasi? Okay, let me tell you then! Radiasi adalah RAmadhan DiAntara spaSi. Ceritanya ini semacam diari edisi Ramadhan, namun tetap dengan tema cemal-cemil. And, I wanna give you all a kind of memo by the way, that... I’ve wrote in the previous post that #CemalCemil is a sketch about snacks of life that i’ve seen, heard, and felt. So don’t get me wrong, because i’m just trying to say what I wanna say, to share what I wanna share, and of course, not to keep away my fingers from the board. So, here I am.

Saturday, 28 May 2016

Cemal-Cemil

Hai! Akhirnya saya buat postingan kedua di bulan ini (payah, kan?), dimana nyaris hanya membuat satu postingan mengingat ini sudah hari ke-28. Omong-omong, saya punya beberapa alasan mengapa hampir lima bulan terakhir saya tidak menulis apa-apa di blog ini. Oke, mungkin yang disebut alasan dalam konteks ini lebih untuk mengurangi rasa bersalah saya, tapi yah, saya merasa ini cukup untuk menjadi alasan. Beberapa alasan tersebut bisa saya rangkum dalam satu kata: sibuk. Oh, that word really doesn’t fit to me, ‘cause in fact, I’m a jobless. Biar pengangguran begini, bukan berarti saya tidak punya kegiatan yang bisa membuat saya sibuk. Selepas mendapat gelar Sarjana, sambil mencari pekerjaan saya mempunyai side job di bidang olah data menggunakan SPSS. Setelah beberapa waktu saya tidak kunjung mendapat kerja, saya kembali ke bawah ketiak orangtua dan meninggalkan kota kelahiran tercinta. Tinggal bersama orangtua membuat saya otomatis harus membantu usaha orangtua, dan hal ini lah yang memiliki andil besar dalam menyita waktu saya. Well, sampai saat ini status saya masih sama—pengangguran sok sibuk, namun saya ingin kembali nge-blog. Barang dua sampai tiga postingan perminggu sudah sesuatu sepertinya.
Baiklah, sudah cukup mukadimahnya.